Posted by: teguhdepok | April 4, 2009

DSLR DAN SMARTPHONE UNTUK SHOOTING

Sumberwww.chip.co.id
SHOOTING FILM MENGGUNAKAN DSLR DAN SMARTPHONE

Bagi Anda yang hobi mengabadikan setiap aktivitas Anda ke dalam bentuk video, atau ingin membuat sebuah film independen sekarang tidak perlu pusing lagi. Bila dulu harus punya alat perekam video, kini ada berbagai smartphone dan kamera DSLR yang siap membantu Anda mengambil video apalagi dengan kualitas gambar yang high definition (HD).

Supaya hasil perekaman video mendapat sentuhan profesional, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda merekam video. Hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah peralatan yang digunakan, cara pengambilan video, serta tutorial mengenai cara menyunting video dan mengolah soundtrack. Anda juga bisa mencoba Pinnacle Studio 15 HD Ultimate versi trial dengan men-download-nya di http://apps.avid.com/Studio_trial/. Untuk lebih lengkapnya, akan coba kita bahas secara singkat berikut ini.

Persiapan peralatan yang memadai

Memory card dan baterai. Kini, hampir seluruh kamera digital dan smartphone dapat memutar film dengan resolusi HD. Hal ini merupakan tantangan besar bagi memory card karena film membutuhkan banyak memori dan tingkat kecepatan pemindahan data yang tinggi. Misalkan saja, sebuah film berdurasi 12 menit dengan resolusi 1920×1080 pixel membutuhkan memori 4 GB. Memory card yang cocok untuk film biasanya bertanda “HD Video” atau “class 10”. apabila memory card terlalu lambat, gambar tidak akan terekam dengan baik. Dalam pembuatan film, baterai akan cepat habis, oleh karenanya sediakan baterai cadangan.

Berbagai pilihan lensa. Bukan hanya fotografer saja yang harus memiliki perlengkapan lensa, seorang pembuat film yang menggunakan DSLR pun wajib memilikinya. Lensa dengan jarak fokus tertentu dan memiliki aperture yang besar dapat menghasilkan efek film yang menakjubkan. Tidak perlu menggunakan lensa yang mewah. Anda pun juga dapat bermain lensa pada berbagai smartphone yang memiliki komposisi yang berbeda-beda, walau lensa pada smartphone tidak sebagus lensa kamera DSLR.

Mikrofon eksternal. Kelemahan dari DSLR terletak pada mikrofon. Karena sebagian besar kamera DSLR hanya merekam dengan kualitas mono, suara-suara dari autofocus dan zoom juga ikut terekam. Untuk mencegahnya, tersedia sebuah mikrofon eksternal yang mendukung kamera DSLR. Pada berbagai smartphone, mikrofon biasanya dapat disam\bungkan melalui colokan headphone. Mikrofon sering kali memiliki port dan jack yang berbeda. Anda dapat menggunakan adaptor yang berfungsi mengubah konfigurasinya.

Menyesuaikan situasi cahaya. Cahaya merupakan salah satu elemen desain terpenting dalam perekaman film karena cahaya mempengaruhi suasana dan menentukan ketajaman gambar. Sebelum pengambilan gambar, lakukanlah pengaturan white balance. Pastikan juga, Anda tidak mencampur cahaya matahari dengan cahaya buatan karena dapat menyebabkan perubahan warna. Selain itu, jangan mereka video dalam posisi yang berlawanan dengan cahaya karena objek yang terekam akan terlihat menjadi hitam atau gelap.

Perekaman: Trik saat shooting

Membuat gambar video menjadi lebih stabil. Tanpa bantuan apapun, para profesional tidak dapat membuat film yang tidak goyang. Pilihan terbaik adalah menggunakan tripod yang sekarang juga telah tersedia untuk berbagai smartphone. Apabila Anda tidak memiliki tripod, Anda dapat menopangnya dengan tangan, Dalam keadaan darurat, tali pada kamera DSLR juga bisa membantu. Kenakan tali kamera, kemudian tarik kamera tersebut menjauhi Anda sehingga tali kamera menegang dan menghasilkan video yang lebih stabil.

Tingkat ketajaman gambar dan frame rate. Berbagai kamera DSLR menawarkan feature yang pada umumnya hanya bisa Anda temukan pada alat perekam video profesional yang mahal dan terlalu sulit digunakan para pemula. Membuat film pada siang hari dengan menggunakan tingkat aperture yang tinggi tanpa alat bantu apapun tidak mungkin bisa dilakukan karena gambarnya menjadi terlalu terang. Dalam kasus ini Anda harus menggunakan filter. Menemukan frame rate yang tepat merupakan hal yang sulit dan bergantung pada objeknya. Pada umumnya, Anda harus mengatur kecepatan pada 25 fps (frame per second) atau 50 fps. Frame rate 50 fps paling cocok untuk perekaman dari gerakan slow motion.

Pemilihan rekaman video. Pengambilan video dengan angle yang sama akan membosankan. Sebelum Anda membuat film, sebaiknya pertimbangkan terlebih dulu hal yang ingin Anda tampilkan. Langkah selanjutnya adalah pengambilan setengah gambar yang terfokus pada sebuah objek tertentu. Terakhir, cobalah untuk mengambil gambar dengan jarak dekat untuk menampilkan karakter yang lebih spesifik. Melalui pergantian gambar tersebut, film akan terlihat lebih hidup dan lebih dinamis.

Bermain dengan berbagai sudut. Selain potongan gambar, sudut pengambilan gambar juga menentukan dinamika sebuah film. Setting standar dalam pembuatan film selalu sejajar dengan mata. Jika Anda merekam dari bawah ke atas, objek yang ditampilkan akan terlihat besar dan gagah perkasa. Apabila Anda memilih posisi pengambilan yang lebih tinggi, objek akan terlihat kecil. Apabila Anda ingin menampilkan sebuah objek secara lebih jelas, sebaiknya Anda melangkah maju mendekatinya.

Video Editing: Mengolah video

Mengimpor video. Apabila hasil perekaman video masih tersimpan di kamera, Anda harus mengubah bentuk mentahnya ke dalam sebuah format tertentu. Kemudian, pindahkan video ke software editing.

Pemotongan berbagai adegan. Apabila durasi rekaman panjang, sebaiknya memecah video ke dalam potongan-potongan video kecil. Hal ini tentunya memudahkan pekerjaan Anda. Pinnacle menawarkan dua cara yaitu dengan menu sub dividing Scenes untuk memotong film secara manual dan Scene Recognition Through Video Content untuk memotong video secara otomatis berdasarkan bentuk gambar. Setelah itu, masukkan video ke dalam editor dan berikan tanda pemotongan dengan melakukan klik ganda pada file tersebut.

Setting aperture. Apabila Anda tidak ingin memotong seluruh gambar yang satu dengan yang lainnya secara kasar, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menyisipkan efek sedikit tersamarkan. Trik ini sangat cocok terutama ketika gambar yang ditampilkan berbeda. Namun, penyatuan gambar sebaiknya dibuat sehalus mungkin.

Mengolah suara dan musik. Untuk mempermudah pekerjaan menyunting suara, Pinnacle membedakan tiga jenis pemantau suara. Tepat di bawah layar video, Anda akan melihat sebuah audio track dari video. Selanjutnya di sebelah bawah editor, Anda akan menemukan sebuah pemantau komentar suara (simbol pengeras suara) dan sebuah pemantau untuk musik (simbol not balok). Anda dapat menempatkan transisi pada beberapa file audio secara bergantian dengan memilih setting “Cross-Fade”. Selanjutnya, kliklah pada “Album | Transitions | Soft Cross-fade”. Musik yang cocok dan bebas dari lisensi hak cipta dapat Anda temukan pada jamendo.com.

Mengekspor video. Dengan menggunakan Pinnacle, Anda dapat mengekspor ke DVD dan website. Namun, yang paling fleksibel adalah menyimpannya dalam sebuah file. Mulailah dengan mengklik “Create Film” pada ujung atas layar dan pilihlah jenis file pada “File Type”. Anda sebaiknya selalu menggunakan pengaturan kualitas terbaik. Dengan demikian, Anda telah membuat film dalam kualitas HD.

Menempatkan video secara online

Cara termudah dan tercepat untuk berbagai rekaman video adalah melalui sebuah website video. Dengan sebuah account Google, Anda dapat menggunakan YouTube tanpa pengaktifan account YouTube. Dengan cara ini, Anda diperkenankan untuk memasukkan video berdurasi 15 menit. Jika Anda melengkapinya dengan sebuah nomor telepon smartphone Anda, Anda bahkan dapat meng-upload video tanpa batasan waktu. Di YouTube, Anda dapat memilih pengaturan privasi. Dengan aturan ini, hanya teman yang diundang oleh Anda yang dapat melihatnya sehingga video tersebut tidak ditampilkan di saluran Anda, di grup, dan hasil pencarian. Belakangan ini, YouTube juga menyediakan sebuah program pemotongan gambar yang sederhana supaya potongan-potongan video dapat diolah. Aplikasi yang juga praktis adalah video stabilizer. Aplikasi ini menghilangkan guncangan pada pengambilan gambar video Anda dengan hanya menekan sau tombol.

Mengoptimalkan suara

Pengeras suara yang terpasang di kamera dan di berbagai smartphone terlalu sering merekam suara bising. Dengan program-program pengolah video, beberapa kekurangan dapat diperbaiki. Anda dapat mengunakan program Audacity 2.0 Final. Aplikasi audio menyediakan banyak pilihan dalam melakukan pengaturan berbagai efek dan filter yang kualitasnya cukup memenuhi tuntutan para profesional.

Jika Anda ingin menghapus suara bising di latar belakang secara permanen, Anda harus terlebih dulu mengekstrak suara video Anda. Anda bisa menemukan menu pengaturan pada “Create Film | File Type Audio”. Pastikan juga untuk tidak meng-compress materi audio pada saat mengekspornya. Selanjutnya, masukkan audio suara tersebut ke dalam Audacity. Pilihlah sebuah bagian yang hanya memiliki suara latar belakang yang mengganggu dan pilih “Effect | Remove Noise | Get Noise Profile”. Setelah Audacity menganalisis kebisingan suara, pilihlah audio suara secara keseluruhan dan klik “Effect | Remove Noise | OK”. Kekuatan filter dapat Anda tentukan dengan menggunakan slide control. Apabila suara-suara bising yang mengganggu sudah hilang, Anda dapat mengolah file tersebut lebih lanjut dengan Pinnacle


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: